Program Pensiun

Dana Pensiun BRI > Kepesertaan > Program Pensiun

Oleh : Yiyin Andryani,

Banyak dari kita sudah mengetahui mengenai Dana Pensiun, tetapi tahukah kita bahwa ada dua program Dana Pensiun yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Pilihan untuk menyelenggarakan PPMP dan PPIP lebih bersifat filosofis dan historis, Salah satu perbedaan utama adalah jawaban atas pertanyaan (filosofis) berikut ini:

  • Siapa yang menanggung resiko atas buruknya kinerja investasi?
  • Siapa yang memperoleh keuntungan atas baiknya kinerja investasi?

Dalam hal PPMP, jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah “Pemberi Kerja”. Dalam hal PPIP, jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah “Peserta”. Jawaban yang berbeda ini tentu menghasilkan ada pihak-pihak yang berpotensi diuntungkan (winners) dan kurang diuntungkan (losers) dalam pemilihannya. Sebagian cenderung memilih PPMP dan lainnya memilih PPIP. Namun, hal terpenting adalah bagaimana memahami sumber dan alasan perbedaan atas jawaban dimaksud.

Karakteristik utama: PPMP

Pemberi kerja

Peserta

+

Kinerja investasi yang baik memungkinkan terjadinya surplus yang dapat mengurangi iuran.

+

Jumlah manfaat yang akan diterima sudah pasti.

+

Jadwal angsuran iuran tambahan (bila ada) lebih fleksibel.

+

Memberikan keamanan bagi karyawan yang bekerja lama.

Relatif lebih sulit diadministrasikan dan dikomunikasikan.

Kadangkala sulit bagi karyawan untuk memahami – present value

Pendanaan berfluktuasi dan tidak stabil (tidak dapat dikendalikan).

Manfaat bagi yang berhenti di usia muda relatif lebih kecil.

Pemberi Kerja menanggung resiko investasi.

Manfaat kurang fleksibel.

Karakteristik utama: PPIP

Pemberi kerja

Peserta

+

Pembiayaan dapat dikendalikan dan memudahkan anggaran.

+

Manfaat bagi yang berhenti di usia muda relatif lebih besar.

+

Tidak ada resiko investasi dan pendanaan stabil.

+

Terlibat dalam memutuskan strategi investasi dan hasil yang baik menguntungkan karyawan.

+

Relatif mudah diadministrasikan dan dikomunikasikan.

+

Relatif mudah bagi karyawan untuk memahami.

Berpotensi menimbulkan keresahan bila manfaat yang dihasilkan kecil.

Besar manfaat tidak dapat diketahui, walaupun secara teori dapat dihitung.

Iuran tidak fleksibel karena sudah ditetapkan.

Peserta menanggung resiko investasi.

Kelompok karyawan: Winners/Losers

  1. Mendekati usia pensiun
    • Cenderung memilih PPMP karena lebih pasti.
    • Iuran PPIP yang merata menghasilkan akumulasi dana yang bila dibulankan menghasilkan manfaat lebih kecil, terutama bagi yang berusia mendekati pensiun.
  2. Usia muda
    • Kebalikan dari argumentasi di atas, kelompok ini cenderung memilih PPIP.
    • Di samping itu, kepastian besar manfaat pensiun dalam PPIP yang kurang pasti tidak begitu penting bagi mereka.
  3. Yang bekerja sampai pensiun
    Cenderung memilih PPMP dibandingkan mereka yang berhenti pada usia muda.
  4. Yang berhenti pada usia muda
    • Manfaat pensiun dalam PPMP berpotensi lebih kecil dibandingkan PPIP – nilai sekarang manfaat pensiun rendah pada usia muda.
    • Tidak ada perbedaan bagi yang berhenti dengan masa kepesertaan kurang dari 3 tahun, kecuali dalam DPLK di mana iuran Pemberi Kerja langsung vested.
  5. Bergaji tinggi atau ada lonjakan gaji mendekati pensiun
    • Mereka dengan pertumbuhan gaji yang tinggi apalagi ada lonjakan mendekati usia pensiun, lebih suka PPMP.
    • Mereka dengan pertumbuhan gaji di bawah rata-rata atau moderat dan stabil, lebih baik berada dalam PPIP.
  6. Yang beruntung
    Mereka yang pensiun pada masa di mana kinerja investasi baik (strategi investasi harus agresif) dan tingkat bunga tinggi (tarif anuitas lebih murah) akan memperoleh manfaat lebih besar bila mengikuti PPIP.
  7. Yang tidak senang risiko
    Lebih suka PPMP
  8. Yang kurang beruntung
    • Bagi yang meninggal muda atau cacat lebih menguntungkan bila PPMP, dengan catatan rumus manfaat pensiun tidak menggunakan nilai sekarang.
    • Kondisi ini sama bila dalam PPIP disediakan pula tambahan manfaat asuransi meninggal dan cacat.
  9. Karyawan pria
    • Dibandingkan wanita, harapan hidup pria lebih pendek.
    • Saldo dana yang sama antara pria dan wanita dalam PPIP ketika dibelikan anuitas, pria memperoleh manfaat pensiun lebih besar.
    • Dalam PPMP, untuk masa kerja dan gaji yang sama kedua-duanya memperoleh hak yang sama.
    • Oleh karena itu, ada kecenderungan pria lebih suka PPIP.
  10. Karyawan berkeluarga
    • PPIP menyediakan fleksibilitas besaran manfaat pensiun, karena kelompok lajang akan membeli anuitas hidup tunggal yang manfaatnya dapat dimaksimalkan.
    • Sebaliknya, kelompok yang berkeluarga cenderung pada PPMP, karena manfaatnya lebih besar dan ada manfaat pensiun untuk Janda/Duda.

Pemberi Kerja
Penilaian yang relatif terhadap PPMP dan PPIP untuk kelompok karyawan yang berbeda juga mempengaruhi Pemberi Kerja. Keberpihakan Pemberi kerja terhadap kelompok karyawan (workforce management) tertentu atau tuntutan kompetisi (dalam industri usaha yang sama) dapat mempengaruhi keputusannya dalam memilih PPMP atau PPIP. Keberadaan PPMP di Indonesia, yang diselenggarakan oleh perusahaan, umumnya tidak terselenggara melalui suatu proses kajian yang mendalam – bersifat historis. Faktor yang dianggap paling penting bagi Pemberi Kerja adalah berkaitan dengan aspek biaya dan resiko pendanaan yang dapat diprediksi (stabilitas), fleksibilitas dan kemudahan administrasi.

Bagi perusahaan berskala kecil, tingkat pendanaan dalam PPMP sangat tidak stabil, misalnya dalam hal kinerja investasi yang buruk harus menambah iuran yang lebih besar dan kenaikan gaji dan peningkatan manfaat pensiun (karena tekanan dari dalam maupun karena kompetisi), menghasilkan kewajiban tambahan yang besar. Bagi perusahaan berskala besar, tingkat pendanaan relatif lebih stabil. Namun, tetap menghadapi resiko investasi jangka Panjang.

PPMP lebih fleksibel dalam hal pendanaan, terutama masa angsuran kekurangan dana yang dapat dilakukan untuk masa-masa tertentu dan dalam hal terjadi surplus dapat mengurangi iuran Pemberi Kerja. PPIP kurang fleksibel, karena besaran pembayaran iuran sudah ditetapkan.

Kualitatif

  1. Pemberi Kerja punya pilihan untuk menyelenggarakan PPMP atau PPIP.
  2. Sulit untuk mengatakan bahwa PPMP lebih baik dari PPIP, atau sebaliknya.
  3. Kelompok karyawan yang berbeda juga terlihat ada yang diuntungkan dan ada yang kurang diuntungkan, tergantung dari situasi masing-masing.
  4. Yang dapat dibuktikan adalah sebagian orang lebih suka PPMP dan lainnya lebih suka PPIP.
  5. Pemberi Kerja yang ingin memberikan manfaat yang sama dan memilih PPIP, maka apabila asumsi aktuaria yang digunakan cukup konservatif dan hasil investasi yang diperoleh sama (antara PPMP dan PPIP), maka penyelenggaraan PPIP cenderung lebih mahal, karena tidak ada surplus.
  6. Penetapan pilihan tidaklah sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dan alasan-alasannya pun berbeda, yang terpenting adalah bagaimana mengupayakan keseimbangan antara kemampuan perusahaan dan harapan karyawan.

Layanan Kami