“Berapa Dana Pensiun yang ideal?” Ini adalah pertanyaan jutaan dolar. Jawabannya: Tergantung kebutuhan Anda. Manfaat Pensiun yang Anda terima dari Dapen adalah fondasi yang kokoh, namun untuk mencapai “pensiun sejahtera”, Anda harus tahu angka pasti yang Anda tuju.
Inilah gunanya kalkulator pensiun, sebuah alat vital dalam perencanaan pensiun. Anda tidak perlu rumus rumit, cukup pahami 4 variabel utamanya:
- Pengeluaran Bulanan di Masa Pensiun
Perkiraan umum, Anda akan membutuhkan sekitar 70-80% dari pengeluaran bulanan Anda saat ini (sebelum pensiun). Mengapa berkurang? Asumsinya, cicilan rumah sudah lunas, biaya transportasi kerja hilang, dan anak-anak sudah mandiri. Contoh: Pengeluaran saat ini Rp 10 Juta/bulan. Kebutuhan pensiun = 80% x Rp 10 Juta = Rp 8 Juta/bulan.
- Inflasi (Musuh Tak Terlihat)
Uang Rp 8 Juta hari ini tidak akan sama nilainya 20 tahun lagi. Anda harus memasukkan faktor inflasi (misal, 5% per tahun). Kebutuhan Rp 8 Juta/bulan, jika Anda pensiun 20 tahun lagi, bisa membengkak menjadi Rp 21 Juta/bulan!
Usia Harapan Hidup
- Peran Dana Pensiun Anda
Dari angka Rp 4,28 Miliar tadi, berapa yang akan ditutup oleh Manfaat Pensiun dari Dapen?
Contoh: Estimasi Manfaat Pensiun Anda jika dibayarkan sekaligus (lump sum) adalah Rp 1 Miliar. Maka, Anda masih memiliki kekurangan (gap) sebesar Rp 3,28 Miliar yang harus disiapkan dari sumber lain (DPLK, investasi, tabungan).
Anda harus mengestimasikan berapa lama Anda akan hidup di masa pensiun. Di Indonesia, rata-rata usia harapan hidup sekitar 70-73 tahun. Jika Anda pensiun di usia 56, berarti Anda butuh dana untuk hidup setidaknya 17 tahun (atau 204 bulan). Kebutuhan total = Rp 21 Juta/bulan x 204 bulan = Rp 4,28 Miliar.
Kesimpulan Jangan panik melihat angka besar. Kalkulator pensiun adalah “alarm” agar Anda memulai perencanaan pensiun tambahan sedini mungkin. Dana Pensiun dari Dapen adalah pilar utama, namun Anda harus tahu seberapa besar pilar tambahan yang perlu Anda bangun sendiri.