Hubungi Kami

Hubungi Kami

Survei: 3 Kekhawatiran Terbesar terhadap Masa Pensiun

705
0
[favorite_button]
masa pensiun

Di berbagai belahan dunia, orang-orang kini merasa semakin sulit untuk meraih keamanan finansial di masa pensiun. Berdasarkan survei dari Natixis Investment Managers, hampir setengah dari para investor (46%) menyatakan bahwa dibutuhkan “keajaiban” untuk bisa pensiun dengan aman. Survei yang dilakukan terhadap 7.050 investor individual dari 21 negara tersebut mengungkap tiga kekhawatiran terbesar yang menghantui para investor tersebut terkait masa pensiun mereka.

  1. Takut Tidak Punya Cukup Uang untuk Menikmati Masa Pensiun (40%)Salah satu ketakutan terbesar menjelang pensiun adalah tidak mampu menabung cukup untuk menjalaninya dengan nyaman. Banyak orang bingung menentukan berapa yang harus ditabung karena ada banyak ketidakpastian—seperti inflasi, hasil investasi, dan berapa lama mereka akan hidup. Bahkan para ahli keuangan menyebut kesalahan paling umum dalam perencanaan pensiun adalah meremehkan usia harapan hidup. Karena tidak ada kepastian soal pengeluaran dan pendapatan di masa depan, banyak orang merasa khawatir bahwa uang mereka akan habis sebelum waktunya.

    Kekhawatiran ini diperparah oleh kenyataan bahwa populasi dunia terus menua. Rata-rata harapan hidup meningkat berkat kemajuan kesehatan, dan mereka yang mencapai usia 65 tahun sekarang bisa hidup 18–21 tahun lebih lama. Di banyak negara maju, jumlah penduduk lansia terus bertambah drastis, menciptakan apa yang disebut sebagai “Silver Tsunami.” Jepang menjadi contoh paling ekstrem, dengan lebih dari 30% penduduknya berusia di atas 65 tahun, sementara banyak negara Eropa juga mencatatkan angka di atas 20%. Kondisi ini menekankan pentingnya perencanaan pensiun yang matang dan realistis.

  2. Inflasi Menghancurkan Impian Pensiun (38%)Selama dua puluh tahun terakhir sebelum tahun 2020, inflasi relatif stabil dan rendah di banyak negara, sehingga tidak menjadi perhatian utama. Namun, setelah pandemi, segalanya berubah drastis—rantai pasok terganggu, permintaan melonjak, dan harga-harga meroket. Masyarakat dihadapkan pada lonjakan harga barang sehari-hari, dan kini 38% investor merasa inflasi telah merusak impian pensiun mereka. Kekhawatiran ini sangat terasa di Asia, terutama di Taiwan (56%), Hong Kong (55%), dan Singapura (50%). Di Jepang, setelah puluhan tahun inflasi rendah, tingkat inflasi melonjak dari 0,12% di tahun 2020 menjadi 2,7% sekarang, membuat tekanan terasa lebih berat.
  3. Takut Manfaat Pensiun dari Pemerintah Akan Dipotong (33%)Bagi banyak orang, tunjangan pensiun dari pemerintah merupakan salah satu pilar penting dalam rencana pensiun, bersama dengan pensiun dari perusahaan dan tabungan pribadi. Namun, 33% responden survei kini khawatir bahwa tunjangan tersebut akan dipotong. Kekhawatiran ini paling besar di Taiwan (46%), Jepang (41%), Amerika Serikat (41%), Jerman (39%), dan Spanyol (39%). Dua faktor utama yang memicu kekhawatiran ini adalah populasi yang menua dan meningkatnya utang publik. Akibatnya, 57% orang mengaku akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup jika tidak ada bantuan dari pemerintah, dengan angka tertinggi di Jepang (71%), Swiss (66%), dan Prancis (61%).

Kesimpulan: Pensiun Bukan Sekadar Angka, Tapi Rasa Aman

Dari Amerika hingga Asia, dari Eropa hingga Afrika—kekhawatiran tentang pensiun bukan lagi isu lokal, tapi fenomena global. Orang-orang kini sadar bahwa mengandalkan satu sumber penghasilan saja tidak cukup, apalagi dengan kondisi ekonomi yang tak menentu.

Kunci untuk merasa aman saat pensiun bukan terletak pada seberapa besar jumlah tabungan Anda sekarang, melainkan pada seberapa baik Anda merencanakan dan menyesuaikan strategi keuangan Anda terhadap perubahan yang mungkin terjadi.

Jika Anda belum punya rencana pensiun yang jelas, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Rencana hari ini bisa jadi jaminan kenyamanan hidup di masa depan.

[favorite_button]
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *