Memasuki masa pensiun adalah pencapaian besar dalam hidup. Namun, sayangnya, masa ini juga dapat menjadi periode yang rawan terhadap penipuan keuangan. Banyak pensiunan menjadi sasaran empuk para penipu karena mereka dianggap memiliki tabungan atau dana pensiun, serta cenderung lebih mempercayai pihak asing yang tampak meyakinkan.
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk oleh OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat, sejak 22 November 2024 hingga 12 Maret 2025, terdapat 67.866 laporan penipuan di sektor keuangan dengan total kerugian mencapai Rp1,2 triliun.
Berikut adalah cara-cara agar seorang pensiunan dapat menghindari penipuan keuangan:
- Kenali Bentuk-Bentuk Penipuan Umum
Pensiunan perlu waspada terhadap jenis-jenis penipuan yang sering terjadi, seperti:
- Investasi bodong: Menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko.
- Phishing: Email atau pesan yang tampak resmi namun bertujuan mencuri informasi pribadi.
- Undian dan hadiah palsu: Mengklaim Anda menang sesuatu dan meminta uang untuk biaya pengurusan.
- Penipuan keluarga palsu: Seseorang mengaku sebagai anggota keluarga yang butuh uang darurat.
- Penawaran pinjaman online ilegal: Iming-iming pinjaman cepat tapi berujung pada bunga mencekik dan pemerasan data.
- Lindungi Data Pribadi
- Jangan pernah memberikan nomor KTP, nomor rekening, atau kode OTP kepada siapa pun tanpa verifikasi jelas.
- Hati-hati dalam mengisi formulir online, terutama jika tidak berasal dari sumber resmi.
- Gunakan kata sandi yang kuat dan jangan bagikan kepada siapa pun.
- Waspadai Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko
Jika ada penawaran investasi dengan iming-iming “pasti untung”, “aman 100%”, atau “tidak perlu kerja, uang mengalir terus”, kemungkinan besar itu penipuan. Prinsip dasarnya: semakin besar potensi keuntungan, semakin besar pula risikonya.
Selalu periksa legalitas penawaran investasi di situs OJK.
- Periksa Identitas dan Legalitas Penawar
Sebelum menerima tawaran investasi, bantuan keuangan, atau kerja sama bisnis:
- Minta informasi perusahaan secara lengkap.
- Cek apakah mereka terdaftar di OJK, Bappebti, atau lembaga berwenang lainnya.
- Jangan takut untuk menolak jika merasa ragu.
- Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
Penipu sering memaksa calon korban untuk segera mengambil keputusan (“penawaran terbatas”, “harus hari ini”, dan sebagainya). Ambil waktu untuk berpikir, konsultasikan dengan keluarga, atau mintalah pendapat dari pihak ketiga yang tepercaya.
- Libatkan Keluarga atau Pendamping Keuangan
Jika merasa tidak yakin, ajak anggota keluarga atau konsultan keuangan untuk meninjau tawaran yang Anda terima. Kolaborasi dan keterbukaan dalam hal keuangan bisa menjadi pelindung dari keputusan yang salah.
Masa pensiun seharusnya menjadi masa yang tenang dan aman. Namun, tantangan seperti penipuan keuangan bisa mengganggu jika tidak disikapi dengan waspada. Dengan mengenali modus-modus umum, melindungi data pribadi, berpikir kritis, dan tidak mudah percaya, Anda dapat menjaga keamanan keuangan dan menikmati masa tua dengan lebih tenang.