Dapen BRI Catat Kenaikan Aset 1,6%

180
0
dapen bri menyapa - Dana Pensiun BRI

Dana Pensiun (Dapen) BRI mencatatkan kenaikan kinerja pada tahun 2023. Salah satunya adalah kenaikan aset yakni pada tahun 2023 mencapai jumlah aset sebesar Rp25,65 trilyun atau kenaikan sebesar 1,6% dibanding tahun 2022 yakni sebesar Rp25,24 trilyun. Hal ini menjadikan Dana Pensiun (Dapen) BRI adalah Dana Pensiun dengan aset terbesar di Indonesia.

Laporan kinerja ini disampaikan oleh Direktur Utama Dapen BRI Bpk Dicky Rozano pada acara Sosialisasi Kebijakan dan Kinerja Dana Pensiun BRI hari Rabu, 20 Desember 2023. Acara ini diselenggarakan secara offline di Menara Bripens jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan serta dapat diikuti oleh para peserta Dana Pensiun BRI secara online melalui live webinar.

“Pemaparan ini merupakan bagian dari kewajiban pengurus Dana Pensiun, sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun, untuk melaporkan kinerja secara berkala kepada para stakeholders,” ujar Bpk Dicky Rozano.

Bpk Dicky Rozano menjelaskan, selain kenaikan jumlah aset, Dapen BRI juga mencatatkan kenaikan hasil usaha selama tahun 2023, yakni mencapai Rp1,38 trilyun, atau naik 5,14% dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp1,31 trilyun.

Di antara berbagai portfolio investasi yang dimiliki Dapen BRI, investasi yang mengalami kenaikan pada tahun 2023 antara lain Surat Berharga Negara (SBN), penyertaan langsung, dan properti.

Penyertaan langsung Dapen BRI adalah sebanyak 18 Perusahaan yang memberikan imbal hasil (ROI) sebesar 14,53% pada tahun 2023. Sedangkan properti berupa Tanah, Bangunan dan Tanah & Bangunan memberikan ROI sebesar 7,46%.

Dalam acara tersebut terdapat pula penjelasan tentang pembayaran tunjangan cuti besar dan cuti tahunan secara proporsional yang dipaparkan oleh Bpk Carang Thombara Putra, Human Capital Strategy & Policy Division Head BRI.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Human Capital BRI Bpk Agus Winardono, serta para pengurus PPBRI dari berbagai wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *